Jumat, 19 Agustus 2011

Pemanfaatan Batubara Untuk Kebutuhan Domestik Akan Ditingkatkan

BANDUNG - Tingginya harga minyak dunia menyebabkan konsumsi batubara meningkat cukup tajam, pemenuhan energi baik ditingkat nasional, regional maupun global terus meningkat seiring meningkatnya pertumbuhan dan kegiatan ekonomi. Dari total produksi batubara nasional, pasar domestik saat ini hanya mampu menyerap 24% karena keterbatasan pemanfaatannya. Sedang untuk sisanya 76% di ekspor.

“Ekspor masih tinggi tersebut karena kemampuan serap domestik masih kurang, karena itu untuk meningkatkan serapan domestik maka pemanfaatan batubara perlu ditingkatkan dengan memperbanyak kegiatan ekonomi berbasis batubara,” tutur Kabag Rencana dan Laporan, Setditjen Mineral dan Batubara, Sujatmiko, dalam acara "Serasehan Forum Wartawan ESDM", Kamis (28/7/2011).

Ditambahkannya, pemakai batubara domestik terbagi menjadi 2 (dua), pertama pemakai Batubara yang digunakan sebagai bahan baku seperti, pembuatan briket batubara, pengolahan logam, pencairan batubara (coal liquefaction), penggasan batubara (coal gasifaction) dan peningkatan mutu batubara (coal upgrading).

Kedua, pemakai batubara yang digunakan sebagai bahan bakar seperti, sektor pembangkit listrik, sektor industri, sektor usaha kecil, dan rumah tangga.

“Kebutuhan batubara Indonesia 83% dialokasikan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan sisanya sebesar 17% non pembangkit (semen, pulp dan metalurgi dll),” tambah Sujatmiko.

Penggunaan batubara sebagai bahan bakar PLTU meningkat dari waktu ke waktu, pada tahun 2005 proporsinya sebesar 63% dan meningkat menjadi 83% pada tahun 2010. Pemenuhan batubara untuk PLTU 10.000 Mw Tahap I sudah terpenuhi secara kotraktual dari 4 PKP2B da PT BA hingga jangka 5 tahun kedepan.

Pemerintah akan terus meningkatkan peran batubara dalam pemenuhan energi nasional. Pemanfaata batubara terus meningkat dari waktu ke waktu dari 41 juta ton pada tahun 2005 menjadi 67 ton pada tahun 2010. Proporsi batubara dalam bauran energi nasional pada tahun 2005 sebesar 19% dan pada tahun 2010 sebesar 23%. “Proporsi ini ditargetkan terus meningkat hingga mencapaii 33% pada tahun 2025,” imbuhnya.

Sumber daya batubara Indonesia saat ini mencapai 104,94 milyar ton dan cadangan sebesar 21,13 milyar ton. Dengan potensi yang sedemikian besar tantangan kedepan yang adalah mengupayakan perimbangan stratgis antara peran penting batubara sebagai energi primer yang ekonomis bagi kegiatan produksi di Indonesia dan mengubah cara pandang konvesional sekedar untuk penerimaan negara. (SF)


Sumber :http://www.esdm.go.id/berita/batubara

Tidak ada komentar: